Jumat, 07 Desember 2012

PENGELOLAAN LABORATORIUM KIMIA

BAB I
PENDAHULUAN
I.    Peranan Laboratorium
Laboratorium merupakan salah satu sarana yang penting dalam proses belajar mengajar, baik sebagai tempat belajar atau sebagai sumber belajar sehingga diperlukan suatu laboratorium yang aman dan dan nyaman. Laboratorium yang bersifat nyaman memiliki arti bahwa segala kebutuhan dan keperuan untuk melakukan kegiatan telah tersedia  di tempat yang semestinya atau mudah untuk diakses bila akan digunakan, sedangkan laboratorium yang memiliki sifat aman artinya segala penyimpanan material berbahaya dan kegiatan berbahaya telah dipersiapakan keamanannya.
Dalam rangka meningkatkan efesiensi dan efektifitas laboratorium harus dikelola dan di manfaatkan dengan baik. Sebagus dan selengkap apapun suatu laboratorium tidak akan berarti apa-apa bila tidak di tunjang oleh manajemen yang baik. Kegiatan laboratorium akan memberikan peran yang sangat besar terutama dalam 1) Membangun pemahaman konsep; 2) Verifiasi (pembuktian) kebenaran konsep; 3) menumbuhkan keterampilan proses (keterampilan dasar dalam kerja ilmiah) serta efektif siswa; 4) Menumbuhkan “ rasa suka” dan motivasi terhadap pelajaran yang dipelajari; 5) melatih kemampuan psikomotorik, dengan melihat begitu banyak manfaat yang di dapat dari kegiatan laboratorium/ praktikum, sehingga pemanfaatan laboratorium sangatlah diperlukan.
Laboratorium kimia merupakan salah satu jenis laboratorium yang dianggap cukup berbahaya dalam melaksanakan percobaan, sehingga tidak jarang dalam melakukan percobaan kimia yang berbahya tidak dilakukan walaupun percobaan tersebut sangatlah diperlukan dalam peningkatan pemahaman siswa tentang materi tertentu. Perlaksanaan percobaan kimia sebenarnya dapat dilakukan dengan baik apabila ada penanganan dan pengoprasian laboratorium yang baik dan benar. Untuk mendapatkan penanganan laboratorium yang baik diperlukan suatu manajemen/ pengelolaan laboratorium yang baik, baik dalam penanganan alat, bahan dan tata letak laboratorium yang bebar disamping kesadaran dalam
 menggunakan laboratorium yang baik dan benar. Pada dasarnya pengelolaan merupakan tanggunga jawab bersama baik pengelolaan maupaun pengguna. Oleh karena itu, setiap orang yang terlibat harus memiliki kesadaran dan merasa terpanggil untuk mengatur, memelihara, dan mengusahakan keselamatan kerja. Mengatur dan memelihara laboratorium merupakan upaya agar laboratorium selalu tetap berfungsi sebagaimana mestinya, sedangkan upaya menjaga keselamatan kerja mencakup usaha untuk selalu mencegah kemungkinan terjadinya kecelakaan sewaktu bekerja di laboratorium dan penanganannya bila terjadi kecelakaan. Para pengelola laboratorium hendaknya memiliki pemahaman dan  keterampilan kerja di laboratorium, bekerja sesuai dengan tugas dan tanggung jawab dan mengikuti peraturan. Pegelola laboratorium biasanya teridiri dari : 1) kepala Sekolah; 2) Wakil Kepala Sekolah; 3) Kordinator Laboratorium ; 4) Penanggungjawab laboratorium : 5) Laboran
Para pengelola tersebut mempunyai tugas dan kewenangan yang berbeda namun tetap sinergi dalam pencapaian tujuan bersama yang telah ditetapkan (Sugiharto, 2008). Agar siswa dapat menggunakan laboratorium secara optimal, maka kondisi laboratorium juga diupayakan tetap bersih dan nyaman. Kondisi laboratorium yang baik memiliki beberapa syarat diantaranya ada tidaknya organisasi dan administrasi laboratorium, kelengkapan ruangan, kelengkapan perabot, penataan alat dan bahan, kebersihan dan kerapian serta keselamatan kerja laboratorium.
Untuk itulah pemahaman tentang pengelolaan laboratorium sangat penting untuk dimiliki oleh pihak-pihak yang terkait dengan laboratorium, baik secara langsung maupun tidak.

















BAB II
ISI
    Menurut Direktorat Pendidikan Menengah Umum (1995:7) laboratorium adalah tempat melakukan percobaan dan penyelidikan, tepat ini dapat merupakan suatu ruangan tertutup, kamar, atau ruang terbuka. Sedangkan menurut kamus laboratorium berarti tempat untuk mengadakan percobaan (penyelidikan), dan sebagainya segala sesuatu yang berhubungan dengan ilmu fisika, kimia, dan sebagainya. Sedangkan menurut Emha (2006) laboratorium sekolah merupakan suatu tempat atau lembaga tempat peserta didik belajar serta mengadakan percobaan (penyelidikan).
    Pengelolaan laboratorium akan berjalan dengan baik dan efektif bilamana dalam struktur organisasi laboratorium didukung oleh Board Of  Management yang brfungsi sebagai peranan pengaruh dan penasehat. Board Of Management  terdiri atas para senior yang mempunyai kompetensi dengan kegiatan laboratorium yang bersangkutan.
Ada beberapa perangkat pengelolaan laboratorium yang standar untuk dilaksakan guna mengoptimalkan peranan laboratorium dalam pembelajaran yaitu :
1.    Tata ruang laboratorium
2.    Alat yang baik dan terkalibrasi
3.    Infrastruktur laboratorium
4.    Administrasi laboratorium
5.    Organisasi laboratorium
6.    Fasilitas pendanaan (Sumber Dana)
7.    Investasi dan keamanan laboratorium
8.    Pengamanan laboratorium
9.    Disiplin dan keterampilan laboran
10.    Keterampilan sumber daya manusia
11.    Peraturan dasar di laboratorium
Semua perangkat-perangkat tersebut diatas, jika dikelola secara optimal akan mendukung terwujudnya penerapan manajemen laboratorium yang baik. Dengan demikimian manajemen laboratorium dapat dipahami sebagai suatu tindakan pengelolaan yang kompleks dan terarah.




1.    Tata Ruang Laboratorium
Menurut Wirjosoemarto (dalam Baim, 2011) Fasilitas laboratorium adalah :
“Laboratorium yang baik harus dilengkapi dengan berbagai fasilitas untuk memudahkan pemakaian laboratorium dalam aktivitasnya. Fasilitas tersebut ada yang berupa fasilitas umum dan khusus. Fasilitas umum merupakan fasilitas yang dapat digunakan oleh semua pemakai laboratorium seperti penerangan, ventilasi, air, bak cuci (sinks), aliran listrik dan gas. Fasilitas khusus berupa peralatan dan meja belajar, seperti meja siswa/mahasiswa, meja guru/dosen, kursi, papan tulis, lemari alat, lemari bahan, ruang timbang, lemari asam, pelengkapan P3K, pemadam kebakaran dan lain-lain”
Pemakaian laboratorium hendaknya memahami tata letak atau layout bangunan laboratorium. Pembangunan suatu laboratorium tidak dipercayakan begitu saja kepada seorang arsitektur bangunan. Banyak faktor yang harus dipertimbangkan sebelum membangun laboratorium. Faktor – faktor tersebut diantaranya adalah lokasi bangunan laboratorium dan ukuran ruang. Persyaratan lokasi bangunan laboratorium tidak terletak pada arah angin  yang menuju bangunan lain atau permukiman. Hal ini dilakukan dengan tujuan agar untuk menghindari penyebaran gas-gas berbahaya. Bangunan laboratorium juga harus dekat dengan sumber air, dan tidak terlalu dekat dengan bangunan yang lain. Lokasi laboratorium harus mudah dijangkau untuk pengontrolan dan memudahkan penindak lanjutan misalnya terjadi kebakaran. Selain persyaratan lokasi perlu dikerhatikan juga tata letak, ruang sebaiknya di tata sedemikian rupa (baik). Tata ruang yang sempurna harus dimulai sejak perencanaan gedung sampau pada plaksanaan pembangunan. Sebuah laboratorium yang baik memiliki tata ruang dengan komponen sebagai berikut :
a.    Pintu masuk (in)
b.    Pintu keuar (out)
c.    Pintu darurat (emergency-exit)
d.    Ruang persiapan (preparation- room)
e.    Ruang peralatan (equipment – room)
f.    Ruang penangas (fume – room)
g.    Ruang penyimpanan (strorage – room)
h.    Ruang istirahat/ ibadah
i.    Ruang Staf (Staff-room)
j.    Ruang Teknisi (technician-room)
k.    Ruang prasarana kebersihan
l.    Ruang toilet
m.    Lemari praktikan (locker)
n.    Lemari gelas (glass-rack)
o.    Lemari alat-alat optic (optical-rack)
p.    Pintu jendela diberi kawat kasa, agar serangga dan burung tidak dapat masuk
q.    Fan (untuk dehumidifier)
r.    Ruang ber-AC untuk alat-alat yang memerlukan persyaratan tertentu

2.    Alat yang berfungsi dengan baik dan terkalibrasi
Pengenalan terhadap laboratorium merupakan kewajiban bagi setiap petugas laboratorium, terutama yang akan mengoprasikan peralatan tersebut. Setiap alat yang akan dioprasikan harus dalam kondisi yang baik yaitu dengan syarat :
a.    Siap untuk dipakai (ready for use)
b.    Bersih
c.    Berfungsi dengan baik
d.    Terkalibrasi
Ada beberapa peralatan yang harus disertai dengan petunjuk penggunaan (manual-operation),  hal ini diperlukan untuk menghindari terjadinya kerusakan. Dalam buku manual terdapat juga petunjuk untuk perbaikan selanjutnya. Teknisi laboratorium yang ada harus senantiasa berada di tempat, karena setiap kali peralatan dioperasikan akan ada kemungkinan alat tidak berfungsi dengan baik. Beberapa peralatan yang dimiliki harus disusun secara teratur pada tempat tertentu, berupa rak meja yang disediakan. Peralatan digunakan untuk  melakukan suatu kegiatan pendidikan, penelitian, pelayanan masyarakat atau studi tertentu. Karenanya alat-alat ini harus selalu siap pakai, agar sewaktu-waktu dapat digunakan.
Peralatan laboratoium hendaknya dikelompokkan berdasarkan penggunaanya. Setelah selesai digunakan, harus segera dibersihkan kembali dan di susun semula. Semua alat-alat ini sebaiknya diberikan penutup (cover), seperti plastik transparan, terutama bagi alat-alat yang memang memerlukannya. Alat-alat yang tidak ada penutupnya akan cepat berdebu, kotor dan akhirnya dapat merusak alat tersebut.
Untuk memudahkan dalam penyimpanan dan pengambilan kembali alat yang ada di laboratorium, maka sebaikknya dibuat daftar inventaris yang lengkap dengan kode dan jumlah masing-masing. Alat yang sudah rusak atau pecah ditempatkan pada satu lemari tertentu, dan dituliskan dalam buku kasus dan buku inventaris laboratorium. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menyimpan alat laboratorium yaitu :
a.    Bahan dasar pembuatan alat
b.    Bobot alat
c.    Kepekaan alat terhadap lingkungan
d.    Pengaruh alat lain
e.    Kelengkapan alat dalam satu set
Dalam menata dan penyimpanan alat laboratorium didasarkan pada  :
a.    Keadaan laboratorium yang ditentukan oleh fasilitas, susunan laboratorium, dan keadaan alat/ bahan
b.    Kepentingan pemakai ditentukan berdasarkan kemudahan mencari dan dicapai, keamanan dalam menyimpan dan pengambilan.
Perlakukan terhadap alat-alat di laboratorium yang akan digunakan hendaknya :
a.    Membawa alat sesuai dengan petunjuk penggunaan
b.    Menggunakan alat sesuai dengan petunjuk penggunaan
c.    Menjaga kebersihan alat
d.    Menyimpan alat
3.    Infrastrutur Laboratorium
Infrastruktur dalam laboratorium meliputi srana dan prasara yang mendukung terhadap kelengkapan dan kenyaman penggunaan laboratorium. Sarana dan prasarana ini terdiri dari sarana utama dan sarana pendukung.
A.    Sarana utama
Sarana utama mencakup lokasi laboratorium, konstruksi bangunan laboratorium dan sarana lain seperti pintu utama, pintu darurat, jenis meja praktikum/peralatan, jenis atap, jenis dinding, jenis lantai, jenis pintu, jenis lampu, jenis pembuangan limbah, jenis ventilasi, jenis AC, jenis tempat penyimpanan, jenis lemari bahan kimia, jenis alat optik, jenis timbangan, dan instrument lain, kondisi laboratorium dan lainnya.
B.    Sarana pendukung
Mencakup terhadap ketersediaan energi listrik, gas, air, lemari asam, kipas angin (blower), papan tulis, kotak obat-obatan, peralatan P3K, alat komunikasi, dan pendukung keselamatan kerja seperti pemadam kebakaran, hidran dan sebagainya.


4.    Administrasi Laboratorium
Pengadministrasian merupakan suatu proses pendokumenan seluruh sarana dan prasarana serta aktivitas laboratorium. Dalam kaitannya dengan pengadaan alat dan bahan. Pengadministrasian sarana dan prasarana laboratorium bertujuan untuk mencegah kehilangan/ penyalahgunaan, memudahkan oprasional dan pemeliharaan, mencegah duplikasi/ overlapping permintaan alat dan memudahkan pengecekan.
Setiap laboratorium memiliki jenis dan karakteristik  yang berbeda-beda, namun dilihat dari pola pengadministrasian memiliki pola dan aspek yang serupa. Sebagai contoh pola pengadministrasian adalah :
a.    Data ruangan Laboratorium
b.    Kartu Barang
c.    Daftar Barang
d.    Daftar pengeluaran/penerimaan barang
e.    Daftar usulan penerimaan barang
f.    Kartu alat
g.    Daftar alat
h.    Kartu Zat
i.    Daftar zat
j.    Dafatar pengeluaran/ penerimaan zat
k.    Daftar usulan/ permintaan zat
Dalam pengadministrasian ruangan laboratorium, setiap laboratorium harus memiliki denah  yang menggambarkan keadaan macam ruangan yang ada, jaringan listrik, jaringan air dan jaringan gas. Ruangan – ruangan tersebut harus tercatat namanya, ukurannya, dan kapasitasnya, dan data ini tercantum dalam data ruangan laboratorium.  Untuk mengadministrasikan fasilitas umum adalah barang – barang yang merupakan perlengkapan laboratorium. Barang-barang ini di data dalam kartu barang dan daftar barang, untuk memudahkan pendataan baiknya diurutkan berdasarkna abjad.
Pengadministrasian alat dan zat bertujuan untuk memudahkan pengelompokan jenis alat dan zat seperti alat gelas, alat listrik, alat logam, instrumnet, dan data dari alat alat ini dicantumkan dalam kartu alat, daftar alat, dan demikian untuk zat. Selain pengadministrasian alat dan bahan/ zat sistem evaluasi dan pelaporan juga diperlukan yang bertujuan untuk kelancaran administrasi yang baik, seyogianya laboratorium membeikan pelaporan kepada atasannya. Evaluasi dan pelaporan kegiatan masing-masing laboratorium dapat dilakukan bersama dengan pimpinan setiap semester atau tiap tahunyna, tergantung pada kesiapan yang ada agar semua kegiatan laboratorium dapat dipantau dan sekaligus dapat digunakan untuk perencanaan laboratorium (seperti penambahan alat-alat baru, rencana pembiayaan/ dana laboratorium yang diperluka, perbaikan sarana dan prasarana yang ada)
5.    Organisasi Laboratorium
Organisasi laboratorium meliputi struktur organisasi, deskripsi pekerjaan, serta susunan personalia yang mengelola laboratorium tersebut. Bentuk susunan organisasi laboratorium dapat berupa seperti bagan berikut ini :



Gambar. 1 Bagan Struktur Organisasi Laboratorium
    Tugas dan tanggung jawab laboratorium selain mengkoordinir berbagai aspek laboratorium, juga mengatur penjadwalan penggunaan laboratorium. Penjadwalan ini dikordinasikan dengan bagian kurikulum  dengan mempertimbangkan usulan-usuan guru.
    Pada laboratorium yang menggunakan peralatan yang rumut  atau kompleks, biasanya perlu diangkat seorang operator alat. Operator alat bertanggung jawab terhadap alat yang dioperasikannya. Oleh karena itu operator harus selalu siap jika sewaktu-waktu alat digunakan.
6.    Fasilitas pendanaan (sumber dana)
Dalam melaksanakan kegiatan laboratorium untuk kesinambungan fungsional laboratorium salah satu faktor utamanya adalah pendanaan atau anggaran yang memadai. Anggaran disini bertujuan untuk melakukan penghematan. Untuk laboratorium sains anggaran harus disiapkan dua atau tiga bulan sebelum tahun ajaran berjalan, sehingga memiliki waktu yang cukup untuk mempertimbangkan pembatalan, dan memeberikan keputusan terhadap pemesanan dan pengadaan alat dan bahan. Untuk melakukan persiapan anggaran ada bebrapa langkah-langkakh yang harus dilakukan yaitu :
1.    Cek semua persediaan alat/Zat
2.    Dengan bantuan guru senior dan asisten laboran, meminta informasi tentang :
a.    Barang yang habis
b.    Alat-alat yang rusak
c.    Alat/bahan yang rusak atau hilang
d.    Alat-alat baru yang dibutuhkan
3.    Mencari informasi proyeksi penerimaan siswa/ mahasiswa pada tahun ajaran yang akan datang
4.    Pengecekan fasilitas laboratorium mencakup suplai air, listrik, gas, dan lain-lain
5.    Mengecek harga – harga alat/bahan pada saat ini dan memprediksi harga-harga tersebut  pada tahun mendatang
6.    Meminta informasi dari guru bidang studi untuk menyiapkan daftar alat dan bahan yang dibutuhkan selama tahun ajaran bejalan.
7.    Mendiskusikan hal-hal yang penting dan kritisasi untuk penyelesaian kebutuhan alat/bahan tersebut dengan melibatkan kepala sekolah dan guru senior.
Dalam membuat kebutuhan alat dan bahan hendaknya dibuat dlam bentuk format pemesanan dengan mencantumpakn nama alat/bahan, spesifikasi yang jelas, jumlah dan estimasi harga.

7.    Disiplin dan Keterampilan Laboran
Pengelolaan laboratorium  harus menerapkan disiplin yang tinggi pada seluruh pengguna laboratorium (mahasiswa, asisten, laboran/teknisi) agar terwujud  efesiensi kerja yang tinggi. Kedisiplinan sangat dipengaruhi oleh oleh pola kebiasaan dan perilaku dari manusia itu sendiri. Oleh sebab itu setiap pengguna laboratorium harus menyadari tugas, wewenang dan fungsinya. Sesama pengguna laboratorium harus ada kerjasama yang baik, sehingga setiap kesulitan, dapat dipecahkan/ diselesaikan dengan baik
Selain kedisiplinan pengelola laboratorium juga harus meningkatkan keterampilan semua tenaga laboran/teknisi. Peningkatan keterampilan dapat diperoleh melalui pendidikan tambahan seperti pendidikan keterampilan khusus, pelatihan (workshop) maupun magang di tempat lain. Peningkatan keterampilan juga dapat dilakukan mealui bimbingan dari staf dosen, baik di dalam laboratorium maupun antar laboratorium
8.    Peraturan Dasar di Laboratorium
Beberapa peraturan umum untuk menjamin kelancaran pekerjaan di laboratorium sebagai berikut ini :
a.    Dilarang makan dan minum di laboratorium
b.    Dilarang merokok, karena mengandung bahaya seperti
- kontaminasi melalui tangan
- ada api/uap/gas yang bocor/mudah terbakar
- uap/gas beracun akan terhisap melali pernapasan
c.    Dilarang meludah untuk mencegah terjadinya kontaminasi
d.    Jangan panik menghadapi bahaya  kebakaran dan gempa
e.    Dilarang mencoba peralatan laboratorium tanpa  diketahui cara penggunaannya
f.    Diharuskan menulis label yang lengkap
g.    Dilarang mengisap/menyedot dengan menggunakan mulut
h.    Diharuskan menggunakan baju laboratorium, dan juga sarung tangan, terutama saat menuangkan zat berbahaya
i.    Semua peraturan itu harus ditujuakan untuk keselamatan kerja di laboratorium.

9.    Penangan Masalah umum dalam Laboratorium Kimia
a.    Mencampur zat-zat kimia
Jangan mencampur bahan kimia tanpa mengetahui sifat reaksinya. Jika belum tau maka tanyakan pada orang yang lebih kompeten
b.    Zat-zat baru atau kurang diketahui
Demi keamanan laboratorium, berkonsultasilah sebelum menggunakan zat-zat kimia yang baru dan kurang diketahui. Semua zat-zat dapat menimbulkan risiko yang tidak diketahui
c.    Membuang bahan material yang berbahaya
Sebelum membuang material yang berbahaya harus diketahui risiko yang mungkin terjadi. Oleh karena itu perlu dipastikan bahwa ketika membuang zat kimia tidak akan menimbulkan bahaya. Demikian halnya dengan buangan dari laboratorium, sebaiknya memiliki bak penampungan khusus, jangan dibuang begitu saja karena membuang mengandung bahaya yang menimbulkan pencemaran, air buangan harus di “treatment” dengan cara menetralisis sebelum di buang ke lingkungan.
d.    Tumpahan
Tumpahan asam diencerkan dulu dengan air dan dinetralkan dengan menggunakan CaCO3 atau soda abu, dan basa dengan menggunakan asam encer, setelah itu dipel dan dipastikan bahwa kain pel bebas dari asam atau alkali. Tumpahan minyak harus ditaburi dengan menggunakan pasir, kemudian disapu dan dimasukkan dalam tong sampah yang terbuat dari logam dan ditutup rapat.
e.    Tindakan pertama dalam pertolongan
Untuk bentuk kecelakaan maka perlu diambil dindakan pertama perlu diambil pada waktu memberiakn pertolongan pada sipenderita yaitu :
1.    Membewa sipenderita ke tempat yang tenang
2.    Apabila  pendarahan terjadi pada sipenderita usahakan darah yang keluar itu dihentikan dengan jalan mengangkat bagian tubuh yang luka, sehingga yang luka berada dia atas jantung
3.    Usahakan sipenderita terbaring seleluasa mungkin
4.    Jangan memberikan makanan pada penderita yang pingsan
5.    Segeralah minta pertolongan dokter















BAB III
PENUTUP
    Dalam mengelola laboratorium kimia, pemahaman tentang komponen dan penggunaan laboratorium yang baik sangat diperlukan untuk pengoptimalan fungsi suatu laboratorium. Segala aspek- aspek harus diperhatikan meliputi pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi serta persyaratan tata letak.
    Pengelolaan laboratorium berkaitan dengan pengelola dan pengguna, fasilitas laboratorium (bangunan, peralatan, dan bahan kimia), dan aktivitas yang dilakukan  di laboratorium yang menjaga keberlanjutan fungsinya. Selain itu disiplin pengguna laboratorium sangat diutamakan, karena pengegunaan laboratorium akan berjalan dengan baik apabila peraturan-peraturan yang sudah ditetapkan dapat diaptuhi dengan baik.
    Dengan adanya strategi pengelolaan laboratorium kimia ini kiranya keselamatan kerja di laboratorium dapat berjalan dengan baik dan berfungsi secara optimal.




















DAFTAR PUSTAKA

Baim, Pemanfaatan Laboratorium Dalam Pelajaran IPA, http://baim87.bio.blogspot.com/2011/05/pemanfaatan-laboratorium-dalam-pelajaran-IPA

Emha.M.S.H, (2006),Pedoman Penggunaan Laboratorium Sekolah. Bandung. PT Remaja Rosdakarya

Moran, Lisa dan Masciangioli,Tina.,(2010),Keselamatan dan Keamanan Laboratorium Kimia, The Natinal Academies Press, Washington DC

Riandi, Pengelolaan Laboratorium
Suryanta,(2010), Manajemen Oprasional Laboratorium, Universitas Negeri Yokyakarta, Yokyakarta

Tim Ahli Program STEP-2,(2007),Manajemen Laboratorium IPA, Departemen Agama Repubik Indonesia, Jakarta

Unit keselamatan Kerja,(2011), Panduan Keselamatan Kerja Laboratorium. Institut teknologi Bandung,Bandung

Widodo,Eko., Manajemen pengelolaan Laboratorium





Tidak ada komentar:

Posting Komentar